15 Maret 2022
Wawancara kerja merupakan salah satu tahapan yang penting dilakukan oleh perusahaan dalam merekrut calon karyawannya. Dalam proses wawancara ini, perekrut akan melihat dan mempelajari kandidatnya dari segi karakter, kepribadian, pengalaman, serta kemampuan yang dimiliki sesuai dengan posisi yang dicari oleh perusahaan. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan ketika akan menghadapi wawancara kerja :
1. Pahami Profil Perusahaan yang Dituju
Salah satu hal yang dilihat perekrut dari kandidatnya yaitu melihat seberapa kandidat mengenal dan memahami tentang perusahaan yang dituju. Jadi, persiapan awal yang dilakukan adalah dengan mencari dan memahami mengenai profil dan informasi terkini perusahaan melalui situs web resmi, sosial media perusahaan, atau orang lain yang paham. Pahami profil perusahaan terkait latar belakang, visi & misi perusahaan, produk dan jasa, serta perkembangan perusahaan khususnya yang berhubungan dengan bidang/posisi yang dilamar.
2. Pelajari Posisi Dan Job Description yang Dilamar
Pastikan kita harus mengetahui dan mempelajari deskripsi pekerjaan (job desc) posisi yang dilamar. Kita bisa mencari referensi terkait job desc di internet atau kualifikasi pada lowongan kerja. Hal ini penting dilakukan, karena perekrut akan menguji pengetahuan kita seputar job desc dan pengetahuan kita tentang posisi yang dilamar. Cara yang bisa dilakukan yaitu kita bisa bertanya kepada teman atau saudara yang memiliki posisi serupa atau mencari di internet.
3. Kenali Potensi Diri Semaksimal Mungkin
Kita adalah orang yang paling kenal dan paham dengan karakter dan kemampuan yang kita miliki. Hal lain yang harus kita persiapkan adalah kenali potensi yang dimiliki, baik itu kelebihan maupun kelemahan. Jika kelebihan, gali lebih dalam kelebihan apa yang kita miliki, baik itu karakter, bakat, passion, keterampilan yang berkaitan juga dengan posisi yang dilamar. Kemudian jika kita ditanya mengenai kelemahan, sebutkan saja kelemahan kita dengan jujur. Namun, kita juga harus menjelaskan bagaimana cara kita mengatasi kelemahan itu. Hal ini penting diperhatikan, karena perekrut akan mengenali karakter dan potensi dari kandidatnya lebih baik.
4. Susun Secara Singkat Pengalaman dan Latar Belakang Diri
Pada saat wawancara kerja, kita pasti akan menemui beberapa pertanyaan yang sangat umum ditanyakan yaitu pengalaman dan latar belakang. Kita bisa mencari pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan saat wawancara kerja. Kemudian kita mencatat dan susun secara singkat pengalaman (organisasi atau pekerjaan), kesibukan sehari-hari, dan keterampilan serta latar belakang apa saja yang akan kita sampaikan pada saat wawancara. Hal ini akan membuat kita lebih terstruktur, lancar, dan tidak berbelit-belit saat wawancara berlangsung.
5. Persiapkan Dokumen Penting yang Harus Dibawa
Sebelum wawancara, sebaiknya kita mempersiapkan dokumen-dokumen yang penting untuk dibawa atau yang diminta oleh perusahaan saat tahap wawancara. Walaupun saat ini lebih dipermudah karena adanya pengiriman dokumen melalui email, namun kita juga harus menyiapkan dokumen fisik seperti CV, portofolio, foto, dan lainnya.
6. Bangun Personal Branding Sosial Media yang Positif
Di era teknologi saat ini, sosial media menjadi salah satu cara perekrut melihat dan mencari tahu mengenai karakter kandidatnya. Jadi, pastikan mulai sekarang kita harus bijak menggunakan sosial media yang kita miliki. Pastikan juga akun sosial media kita berisi konten-konten atau unggahan yang aman dan positif, agar tidak merusak citra diri di mata perekrut.
7. Persiapkan Penampilan yang Sesuai
Penampilan dapat menjadi kesan pertama bagi orang lain untuk mengenal karakter seseorang. Sebelum wawancara, kita bisa mengetahui budaya kerja dari perusahaan yang kita tuju apakah formal atau semi-formal. Hal ini akan berhubungan dengan bagaimana nantinya kita menyesuaikan penampilan atau cara kita berpakaian saat wawancara. Jadi, sebaiknya perhatikan penampilan dengan menggunakan pakaian, sepatu, dan penataan rambut yang rapi dan sopan sehingga memberikan kesan yang positif kepada perekrut.
8. Persiapkan Pertanyaan Menarik dan Berkualitas Kepada Perekrut
Proses wawancara kerja merupakan bentuk komunikasi dua arah, baik perekrut pada kandidat maupun kandidat pada perekrut. Kita sebagai kandidat juga memiliki kesempatan bertanya. Maka, sebelumnya kita dapat mempersiapkan beberapa referensi pertanyaan yang akan kita ajukan nanti saat wawancara ketika dipersilakan oleh perekrut. Ketika kita telah dipersilakan oleh perekrut untuk bertanya, kita bisa menanyakan terkaitt, “budaya kerja seperti apa yang ada di perusahaan?” “bagaimana perkembangan prospek perusahaan di masa depan?” dan lain-lain.
9. Perhatikan Body Language
Persiapan wawancara kerja lainnya yang harus diperhatikan yaitu bahasa tubuh atau body language. Body language yang kita berikan akan memperlihatkan kesan pertama karakter diri kita seperti kepercayaan diri dan etika sopan santun. Kita bisa melatih body language kita yang paling sederhana, yaitu berlatih duduk atau berdiri yang tegak, mengatur posisi tangan dan kaki saat duduk, kontak mata, atau gerakan anggota tubuh (gestur) saat sedang menjelaskan sesuatu, dan lainnya.
10. Jangan Minder, Be Your Self
Kepercayaan diri menjadi salah satu hal yang meyakinkan perekrut pada kandidatnya saat wawancara. Cobalah untuk menjadi diri sendiri (be your self), jangan terlalu mengikuti orang-orang jika itu tidak sesuai dengan diri kita. Tunjukkan ciri khas, keunikan, personal branding yang positif dengan pengetahuan, karakter, dan kemampuan yang kita miliki. Kemudian, ketika menjawab pertanyaan wawancara, jawab dengan percaya diri, lugas, dan jujur apa adanya. Jawablah sesuai dengan keadaan dirimu dan tidak perlu minder.
11.Cobalah Praktik Wawancara Mandiri
Jika semua persiapan lain sudah kita peroleh, hal selanjutnya yaitu praktik atau berlatih wawancara mandiri. Kita bisa praktik menjawab atau berbicara sendiri di depan cermin atau merekam dengan kamera. Bisa juga berlatih di depan teman atau saudara, kemudian minta mereka mengevaluasi dan memberi masukan tentang penampilan kita saat praktik wawancara.
12. Istirahat Cukup dan Tenangkan Diri
Persiapan terakhir yaitu pastikan kita mendapatkan istirahat yang cukup. Istirahat sangat penting agar tubuh kita lebih rileks. Sebelum hari wawancara tiba, sebaiknya usahakan untuk istirahat (tidur) cukup 7-8 jam saat malam hari. Dengan begitu, saat bangun kita akan merasa lebih fresh dengan energi yang cukup. Selain itu, kita harus menenangkan diri sebelum wawancara dengan menjauhi pikiran-pikiran negatif yang nantinya akan mengganggu konsentrasi.
Last updated: 15 Maret 2022